Lompat ke isi utama

Berita

Silahturahmi ke PGI, Bawaslu Bontang Tekankan Pendekatan Moralitas Cegah Politik Uang

Konsolidasi bersama PGI, 05 Agustus 2026

BONTANG, Bawaslu Kota Bontang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengawal jalannya demokrasi. Terbaru, Bawaslu Kota Bontang menggelar agenda konsolidasi demokrasi melalui kunjungan silaturahmi ke Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kota Bontang. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi penting untuk menjaring masukan sekaligus membangun pengawasan partisipatif berbasis moralitas.

Acara dibuka langsung oleh Ketua PGI Kota Bontang, Pdt. Yunus Killi, yang menyambut hangat kehadiran jajaran pengawas pemilu tersebut dan mempersilahkan Bawaslu untuk menyampaikan maksud kedatangannya.

Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy, mengawali penyampaiannya dengan mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat PGI serta memperkenalkan seluruh anggota dan staf Bawaslu yang hadir. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan ruang yang tepat untuk berdiskusi secara mendalam, mengingat minimnya kesempatan berdialog intim dengan masyarakat selama tahapan pemilu berjalan.

Dalam diskusi tersebut, beberapa isu krusial yang dianggap berpotensi melemahkan demokrasi turut dibahas, di antaranya:

  • Kekurangan dalam penegakan hukum pemilu.

  • Maraknya praktik politik uang (money politics).

  • Pemanfaatan rumah ibadah untuk kepentingan kampanye.

  • Wacana pemisahan pemilu lokal dan nasional serta pilkada.

Aldy menekankan bahwa Bawaslu saat ini mengedepankan pendekatan moralitas sebagai pondasi dasar pengawasan. Pendekatan ini bertujuan untuk menyentuh aspek moral setiap lini, mulai dari penyelenggara, peserta pemilu/pilkada, hingga masyarakat yang memegang andil besar dalam demokrasi.

Merespons hal tersebut, Ketua PGI Kota Bontang, Pdt. Yunus Killi, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Bawaslu. Menurutnya, penegakan hukum memang penting, namun integritas moral jauh lebih utama agar tidak ada pihak yang memanfaatkan celah hukum demi kepentingan tertentu. PGI menyatakan komitmen penuh dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota untuk mendukung penyelenggaraan demokrasi yang lebih baik.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Pdt. Paulus Triyanto, yang menegaskan kesiapan PGI dalam mendukung setiap langkah positif Bawaslu, termasuk konsolidasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat demi kemajuan demokrasi Indonesia.

Sementara itu, Pdt. Yophie Turang mengingatkan peran utama Bawaslu di bidang pengawasan. Ia mendorong agar setiap kunjungan Bawaslu mampu mengedukasi kelompok masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif secara mandiri. PGI pun memastikan diri siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menggerakkan anggotanya untuk ikut mengawasi jalannya pemilu.

Menutup pertemuan, Aldy kembali menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang sangat baik dari PGI Kota Bontang. Bawaslu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi PGI untuk terus berdiskusi di masa mendatang dan sangat menghargai komitmen PGI yang siap menjadi mitra dalam pengawasan partisipatif.

Senada dengan hal tersebut, Pdt. Yunus Killi mengaku sangat senang atas ajakan dialog ini. Kunjungan ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat baik untuk koordinasi pengawasan partisipatif yang nantinya akan diterapkan PGI kepada seluruh anggota dan jemaatnya di Kota Bontang.

Penulis : Nur Fatin Wahyuni

Foto : Syafrie