Konsolidasi Bawaslu-Muhammadiyah Bontang: Soroti Pencegahan Pelanggaran dan Kompetensi Calon Pemimpin
|
BONTANG, Bawaslu Kota Bontang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Pengurus Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Bontang pada Kamis (11/06/2026), di Kantor PD Muhammadiyah. Pertemuan ini menjadi langkah strategis Bawaslu memperkuat sinergi pengawasan dan meningkatkan literasi politik masyarakat pada masa non tahapan.
Kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini diisi dengan diskusi santai namun substantif terkait masa depan demokrasi di Kota Bontang. Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artrian memaparkan empat poin utama dalam program ini:
Memperkuat hubungan antar stakeholder dan memperluas jangkauan kerja Bawaslu, termasuk di masa non-tahapan;
Melakukan literasi politik secara menyeluruh untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi ke masyarakat;
Meminta umpan balik dari PD Muhammadiyah terkait kinerja Bawaslu pada tahapan Pemilu dan Pilkada sebelumnya; dan
Bawaslu siap memenuhi undangan dari partai politik atau organisasi masyarakat untuk memberikan edukasi politik.
Pihak Muhammadiyah menyambut baik inisiatif Bawaslu dan berkomitmen untuk ikut serta dalam mengedukasi masyarakat secara berkala. Diskusi juga menyoroti pentingnya pencegahan pelanggaran, memperjelas mekanisme regulasi dan pencegahan agar tidak terjadi multi-tafsir pada masa tahapan kontestasi.
Kualifikasi kompetensi calon, penegasan bahwa meskipun setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama dan peningkatan persyaratan kompetensi diperlukan untuk mencetak kader pemimpin yang berkualitas.
Bawaslu dan PD Muhammadiyah sepakat memperkuat sinergi dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kontestasi demokrasi yang jujur, bebas, adil, serta bebas dari intervensi pihak manapun.
Penulis : Nur Fatin Wahyuni
Foto : Rany