Kunjungan Galeh, Ulas Tugas Pengawasan di Tengah Kondisi non Tahapan

BONTANG, Bawaslu Kota Bontang – Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) merupakan program yang diinisiasi dan dikembangkan oleh Bawaslu RI untuk membumikan ilmu-ilmu tentang pengawasan Pemilu dengan menjaring calon-calon pengawas partisipatif yang berkualitas dan berintegritas. Program SKPP tahun 2021 dilakukan secara tatap muka. Dimulai dari tingkat dasar di kabupaten/kota. Kemudian dilanjutkan ke tingkat menengah di level provinsi. Terakhir yakni tingkat lanjut yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu RI.

SKPP tingkat menengah di Provinsi Kalimantan Timur telah rampung beberapa waktu lalu. Kendati tidak ada kendala yang berarti sepanjang pelaksanaan mulai dari tingkat dasar di kabupaten/kota, evaluasi tetap dilakukan. Tujuannya, merumuskan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi proses pelaksanaan program tersebut kedepannya.

Selain program SKPP, adapun giat lain telah ditunaikan jajaran Bawaslu di tengah kondisi non tahapan Pemilu/Pemilihan saat ini adalah pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Kualitas daftar pemilih merupakan salah satu indikator  penilaian untuk mengukur tingkat kemajuan pelaksanaan proses demokrasi. Maka fokus pengawasan PDPB menjadi sangat  penting guna mengantisipasi dan meminimalisir pemilih ganda ataupun potensi pelanggaran lainnya pada pelaksanaan Pemilihan yang akan datang.

Berkaitan tugas-tugas tersebut, evaluasi tak hentinya dilakukan demi mengukur kinerja sesuai tupoksi. Pentingnya audit kinerja memberi dampak terhadap nilai efektivitas Bawaslu. Jajaran pengawas dituntut untuk dapat tetap mengaktifkan lembaga ketika tidak ada tahapan.

“Tak hanya sekretariat, ide-ide dari pimpinan juga diperlukan. Upayakan untuk citpakan kreatifitas, terobosan atau inovasi,” ungkap Galeh Akbar Tanjung, Anggota Bawaslu Kaltim dalam kunjungannya ke Kantor Bawaslu Bontang, Kamis (14/10).

Kunjungan dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan SKPP dan Pengawasan PDPB tersebut diharapkan Galeh agar Bawaslu Bontang mampu tingkatkan inovasi yang melibatkan mitra Bawaslu. “Tetap tunjukkan aktifnya lembaga walau sedang tidak ada pengawasan tahapan Pemilu/Pemilihan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Bawaslu Bontang Nasrullah menyatakan, Bawaslu Bontang akan membangun sinergi yang kuat dengan mitra Bawaslu. “Kami akan susun langkah selanjutnya. Jajaran Bawaslu Bontang akan tingkatkan sinergi demi menjalin kesinambungan yang selama ini sudah terjalin baik,” tutur Nasrullah.

Sementara Aldy Artrian, Ketua Bawaslu Bontang menekankan, tidak ada batasan bagi siapapun yang mau melontarkan ide atau gagasan. “Jangan ragu untuk sampaikan ide-ide. Karena semua gagasan dapat dikolaborasikan demi terwujudnya kerja-kerja yang semakin baik,” kata Aldy.

Penulis: Ramla Ali