Persiapan P2P hingga Konsolidasi Ormas, Ini Fokus Terbaru Bawaslu Bontang
|
BONTANG, Bawaslu Kota Bontang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang menggelar apel pagi dan briefing rutin di kantor Bawaslu Bontang, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Artrian, dan diikuti oleh seluruh jajaran staf.
Dalam amanatnya, Aldy Artrian mengingatkan seluruh staf untuk mempercepat penyelesaian program kerja prioritas. Hal ini dikarenakan adanya hari libur panjang (long weekend) pada pekan ini.
"Seluruh staf harus segera menyelesaikan pekerjaan yang bersifat prioritas sebelum masa libur berlangsung. Penyesuaian agenda kerja wajib diperhatikan dengan baik oleh masing-masing lini," ujar Aldy.
Pada sesi briefing, Aldy juga memberikan ucapan selamat kepada staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru dilantik pada Rabu (20/5/2026) lalu. Ia berpesan agar seluruh pegawai—baik ASN, PNS, PPPK, maupun tenaga pendukung komisioner—bisa menunjukkan kinerja terbaik.
"Selamat kepada staf yang baru dilantik. Saya berharap semua pihak dapat bekerja penuh semangat, memantaskan diri, dan terus menyesuaikan kompetensi dengan jabatan yang diemban," tambahnya.
Selain itu, Aldy membeberkan rencana agenda eksternal, salah satunya kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dijadwalkan pada Selasa dan Rabu pekan depan, mengikuti format sukses konsolidasi bersama partai politik sebelumnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Bontang, Syahriah, memaparkan sejumlah rencana strategis untuk bulan Juni 2026. Salah satunya adalah program Pusat Pendidikan Pengawasan Pemilu Partisipatif (P2P).
Berdasarkan surat edaran Bawaslu Provinsi, kegiatan P2P akan dilaksanakan pada kisaran tanggal 15–20 Juni 2026. Demi mengakomodasi peserta dari kalangan pelajar, puncak acara diputuskan jatuh pada Sabtu, 20 Juni 2026.
"Agar tidak mengganggu aktivitas sekolah, pelaksanaan utama kami pilih hari Sabtu. Namun, sebelum itu, peserta pra-P2P akan dipanggil terlebih dahulu pada Kamis, 18 Juni 2026, untuk sesi perkenalan yang dirangkaikan dengan Konsolidasi Demokrasi," jelas Syahriah.
Terkait program sosialisasi ke sekolah-sekolah, Bawaslu Bontang memutuskan untuk menundanya hingga awal Juli 2026 karena para siswa saat ini sedang fokus menghadapi ujian semester.
Di akhir arahan, Syahriah mengingatkan para penanggung jawab program (Person in Charge/PIC) untuk mengejar dua agenda Rencana Kerja (Renja) yang belum terlaksana, yaitu diskusi hukum dan peningkatan kapasitas SDM kehumasan. Kedua agenda ini ditargetkan rampung pada bulan Juni, bersamaan dengan persiapan program Lead Talks dan agenda kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Penulis : Sartika
Editor : Nur Fatin Wahyuni
Foto : Himawan