Perkuat Sinergi, Bawaslu Kota Bontang Gelar Konsolidasi Demokrasi dengan PCNU Bontang
|
BONTANG, Bawaslu Kota Bontang – Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang kembali menggelar Silaturahmi dan Konsolidasi Demokrasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang pada Rabu (10/6/2026) di Sekretariat PC Nahdlatul Ulama.
Ketua PCNU Kota Bontang, Hartono, menyambut hangat inisiatif Bawaslu. Ia didampingi oleh Sekretaris Ahmad Cholid serta sejumlah pengurus Syuriah dan Tanfidziyah.
"Kami secara terbuka dan senang hati menyambut kedatangan Bawaslu hari ini," ungkap Hartono.
Hartono menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi penuh dengan Bawaslu. Organisasi keagamaan terbesar ini siap mengawal jalannya demokrasi di Kota Taman, baik selama masa tahapan maupun di luar tahapan pemilu.
Meski menyambut baik sinergi ini, Hartono menyoroti maraknya politik uang yang terus terjadi di tengah masyarakat pada setiap perhelatan politik. Ia meminta Bawaslu bersikap lebih tegas dan aktif dalam menindak pelanggaran tersebut.
"Bawaslu harus lebih aktif lagi memberantas politik uang. Tindakan itu sangat merusak cara berpikir dan memilih masyarakat menjadi pragmatis," tegasnya.
Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artrian, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan pusat. Bawaslu kini ditugaskan untuk proaktif turun langsung melakukan konsolidasi.
Sasaran kegiatan ini adalah merangkul seluruh elemen masyarakat, partai politik, hingga organisasi keagamaan di daerah.
“Pertemuan ini menjadi sarana komunikasi strategis untuk membuktikan bahwa kerja-kerja pengawasan pemilu tetap berjalan intensif, meskipun saat ini tidak ada tahapan pemilihan yang sedang berlangsung,” jelas Aldy.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Bawaslu dan PCNU sepakat membangun sinergi yang kuat untuk meningkatkan keberanian masyarakat menolak politik uang. Pemberantasan politik uang dinilai sebagai tanggung jawab bersama guna mewujudkan demokrasi yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan di Kota Bontang.
Penulis : Nur Fatin Wahyuni
Foto : Ahmad Yani