Bawaslu Bontang Sukses Gelar Lead Talks Seri-6, Ajak Pemuda Jadi Motor Penggerak Demokrasi
|
BONTANG, Bawaslu Kota Bontang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang sukses menggelar diskusi pemuda Lead Talks Seri ke-6. Kegiatan ini mengusung tema kuat dan menggugah, "Youth Movement: Sadar Terlibat, Siap Berdampak".
Acara ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan lembaga penyelenggara pemilu demi mengawal iklim demokrasi yang sehat.
Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artrian, membuka langsung acara ini secara resmi. Dalam sambutannya, Aldy menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran para peserta. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Lead Talks adalah membangun kedekatan yang lebih erat antara masyarakat dengan penyelenggara pemilu.
"Pertemuan ini membuka peluang untuk mendapatkan teman baru, serta membiasakan percakapan seputar demokrasi dan partisipasi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Aldy.
Turut hadir dalam acara ini anggota Bawaslu Kota Bontang, Syahriah dan Ismail Usman, serta moderator Zalwa Tulmukmainna. Dalam kesempatan tersebut, Aldy juga memohon maaf atas keterbatasan ruang yang ada. Ia menginformasikan bahwa Lead Talks berikutnya kemungkinan besar akan dilaksanakan secara daring (online) karena Bawaslu Bontang sedang mempersiapkan proses pindah kantor.
Ia berharap para peserta dapat terus memanfaatkan grup komunikasi yang ada untuk saling berbagi informasi positif, serta menyebarluaskan materi diskusi kepada jaringan pertemanan mereka.
Diskusi seri ke-6 ini menghadirkan narasumber berkompeten, Ali Ahmad, yang merupakan Co-Founder Lentera Muda Nusantara. Ali mengapresiasi tinggi energi positif dan antusiasme anak muda Bontang yang hadir sebagai motor penggerak demokrasi, bukan sekadar penonton.
Dalam paparannya, Ali menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pemuda pasca-pemilu. Ia mengingatkan agar momentum politik tidak meredup begitu saja setelah pemungutan suara selesai.
"Pemilu sudah selesai, tapi perjalanan demokrasi justru baru dimulai. Jangan sampai kita harus menunggu lima tahun lagi untuk peduli," tegas Ali.
Ali menggarisbawahi beberapa poin penting bagi gerakan muda yaitu, pertama pemuda harus bergeser dari pola aksi yang "reaktif" menjadi "proaktif" agar bisa menentukan arah gerakan dan tidak kelelahan merespons masalah.
Yang kedua, lanjutnya, Anak muda perlu membangun komunikasi dan jembatan dengan institusi politik, terutama partai politik sebagai tempat akumulasi kekuasaan, terakhir, menyatukan anak muda yang peduli dan kritis dari berbagai latar belakang dalam satu wadah untuk menciptakan dampak yang jauh lebih besar bagi daerah dan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk mengimplementasikan hasil diskusi ini ke dalam aksi nyata sehari-hari, demi kemajuan demokrasi di Kota Bontang.
Penulis : Nur Fatin Wahyuni
Foto : Kevin