Bawaslu Kota Bontang Gencarkan Konsolidasi Demokrasi, Sasar Civitas Akademika STTIB untuk Pengawasan Partisipatif
|
BONTANG, Bawaslu Kota Bontang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang terus bergerak aktif memperluas jaringan pengawasan pemilu di luar masa tahapan inti. Kali ini, jajaran Bawaslu Kota Bontang menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus konsolidasi demokrasi ke Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) guna merangkul elemen civitas akademika dalam menciptakan ekosistem pengawasan partisipatif yang berkelanjutan. Rabu (5/8/2026).
Acara resmi dibuka oleh Ketua STTIB, Ibu Ratnawati. Dalam sambutan hangatnya, ia menyambut baik kehadiran rombongan dan mempersilahkan jajaran Bawaslu Kota Bontang untuk menyampaikan maksud serta tujuan dari kedatangan mereka di kampus teknologi tersebut.
Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artrian, mengawali penyampaiannya dengan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh pihak kampus. Ia menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi. Aldy mengakui, sebagai salah satu perguruan tinggi yang sangat eksis dan memiliki pengaruh besar di Kota Bontang, STTIB sejauh ini belum memiliki ikatan kerja sama resmi atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bawaslu.
Lebih lanjut, Aldy memaparkan bahwa Bawaslu perlu melakukan konsolidasi demokrasi secara masif. Menurutnya, waktu di luar tahapan krusial seperti saat ini justru menjadi momen paling tepat untuk menyusuri seluruh lapisan masyarakat, termasuk civitas akademika perguruan tinggi.
"Civitas akademika memiliki peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan demokrasi yang baik. Melalui diskusi ini, kami berharap para dosen dan seluruh tenaga pendidik di STTIB dapat memberikan wawasan mengenai pengawasan partisipatif kepada jajaran staf hingga ke tingkat mahasiswa," ujar Aldy.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan STTIB, Bu Ria, memberikan apresiasi. Ia mengungkapkan bahwa meski ini menjadi kunjungan tatap muka pertama Bawaslu ke kampus mereka, para mahasiswa STTIB sebenarnya sudah sering terlibat aktif dalam berbagai agenda kepemiluan. Beberapa di antaranya meliputi keikutsertaan mahasiswa dalam Pekan Pengawasan Partisipatif pada akhir tahun 2025, program P2P di pertengahan tahun 2026, serta berbagai kegiatan kepemiluan lainnya.
Di sisi lain, dosen STTIB, Pak Aji, turut memaparkan kondisi internal kampus. Saat ini STTIB fokus pada dua program studi, yakni Teknik Mesin dan Teknik Kimia, sehingga dasar pembelajarannya lebih diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke dunia industri. Kendati demikian, selaku pendidik, pihaknya tetap mewajibkan mahasiswa untuk peka terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar.
"Meskipun ketertarikan mayoritas mahasiswa kami ada di sektor industri, kami selalu menekankan bahwa sebagai pemilih pemula, mereka tidak boleh buta politik. Mahasiswa harus mampu mengobservasi penegakan hukum pemilu, memahami isu-isu demokrasi yang sedang hangat, serta mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Pemilu maupun Pilkada," tegas Pak Aji.
Menutup sesi diskusi, Aldy kembali menyampaikan rasa terima kasihnya atas jamuan dan penerimaan yang sangat baik dari keluarga besar STTIB, sebelum menyerahkan kembali forum kepada Ketua STTIB.
Acara konsolidasi ini ditutup langsung oleh Ketua STTIB, Ibu Ratnawati. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. STTIB selalu terbuka lebar terhadap niat baik Bawaslu Kota Bontang untuk bersinergi demi kemajuan demokrasi di Kota Taman," pungkasnya.
Penulis : Nur Fatin Wahyuni
Foto : Syafrie