Abhan : Partisipasi Masyarakat Menentukan Kualitas Demokrasi

Palangka Raya, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Abhan menyampaikan keterlibatan masyarakat dalam turut serta mengawasi menjadi tolak ukur kualitas demokrasi. Hal ini disampaikan pada pembukaaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat menengah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
 
Dia melihat jika peran masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilihnya, alangkah lebih baik jika masyarakat juga menjadi role model dalam pengawasan. Sebab jika masyarakat ikut serta, lanjut Abhan, penyelenggara pun akan terbantu dan semakin efektif melakukan penanganan pelanggaran.
 
"Kalau semakin banyak yang terlibat mengawasi akan tertutup ruang-ruang peserta yang berbuat curang," jelas Abhan, Senin (25/10/2021).
 
Abhan pun mengapreasiasi peserta SKPP yang diketahui mayoritas adalah anak muda yang diketahui memang memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Dari situlah Abhan berharap anak-anak muda ini dapat menjadi simbol pengawasan ketika sudah menjadi alumnus SKPP.
 
"Antusias anak muda ini luar biasa, hal ini sangat baik adanya karena bagi kami mereka punya idealisme, semangat tinggi, dan belum terkontaminasi dengan hal buruk," terangnya.
 
Peran anak muda, diyakini Abhan bisa semakin meminimalisir pelanggaran yang terjadi saat tahapan hingga pelaksanaan. Pasalnya dia menjelaskan tidak dipungkiri angka pelanggaran seperti politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian dan lainnya butuh kerjasama dengan masyarakat.
 
Turut hadir sebagai Undangan Gubernur Kalteng diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng, Ketua KPU Provinsi, Ketua Umum DAD, Serta Universitas Palangkaraya (UPR), Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), Universitas Kristen Palangkaraya (UNKRIP) dan Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Palangkaraya (Universitas PGRI PLK).
 
Penulis: Danny (Humas Bawaslu Kalimantan Tengah)
Editor: Reyn Gloria