Abhan Harap SKPP Bisa Potong Akar Rumput Pelanggaran Pemilu

Banjarmasin, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Dalam memasuki tahapan pemilu maupun pemilihan, Ketua Bawaslu Abhan menuturkan Bawaslu perlu memotong rantai pelanggaran. Dia mengibaratkan  pelanggaran ini bagaikan akar rumput yang tumbuh ketika penyelenggaraan pemilu akan dimulai.
 
Dari situlah Abhan menyadari perlunya peran masyarakat melalui Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) guna memotong akar kasus pelanggaran tersebut. Sebab dia menyadari pelanggaran seperti politik uang tidak hanya diselesaikan di ruang hukum namun perlu juga sosialisasi antar masyarakat.
 
"Tapi pencegahan harus tetap dilaksanakan, dan pencegahan yang paling efektif yakni dengan melibatkan elemen masyarakat,” kata Abhan saat membuka SKPP tingkat menengah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (13/10/2021) malam.
 
Selain itu dalam harapannya, Abhan pun meminta agar peserta SKPP mempunyai semangat sebagai pionir simbol penggerak pengawas partisipatif. Sehingga dia menyampaikan nantinya akar rumput pelanggaran pemilu angka kasusnya dapat ditekan karena tingginya kesadaran masyarakat akan hak politiknya.
 
"Partisipasi masyarakat bukan hanya hadir saat pemungutan, namun dapat berkembang untuk berperan aktif dalam mencegah pelanggaran. Ini ikhtiar kami agar meningkatkan indeks demokrasi di Indonesia melalui adanya partisipasi publik," jelasnya.
 
Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu ini pun mengapresiasi atas keterlibatan pemuda di usia potensial sebagai peserta SKPP, yang tentunya hal ini menandakan anak muda masih perduli dengan demokrasi. Sebagai informasi tahun ketiga SKPP ada 100 titik di sekitar 300 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
 
Penulis : Adi Bagus (Humas Bawaslu Kalimantan Selatan)
Editor : Reyn Gloria