Rapat dengan Google, Fritz Harap Aplikasi Pengawasan Bawaslu Lebih Inovatif

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengharapkan desain pengawasan media sosial dalam pada Pemilu 2024 lebih inovatif. Hal ini menurutnya dikarenakan pemanfaatan media sosial yang terus berkembang selama pandemi Covid-19.

"Jadi akan banyak ide-ide pengawasan media sosial dalam Pemilu 2024 ke depan," ujar Fritz saat Rapat Persiapan Pengawasan Media Sosial di Pemilu 2024, bersama Google melalui daring, Kamis (7/10/2021).

Koordinator Hukum dan Humas Bawaslu itu mengatakan peningkatan pengawasan di media sosial sangat diperlukan. Sebab ungkap Fritz, dalam beberapa rapat dengan mitra kerja, desain Pemilu 2024 masih akan tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Dia mencontohkan, akan dibatasinya pertemuan tatap muka dalam tahapan kampanye, sehingga peserta pemilu akan lebih memprioritaskan kampanye di media sosial."Pemanfaatan media sosial belum semuanya diatur. Sehingga perlu ide dan pengaturan yang lebih baik dalam pengawasan di media sosial," tegas Fritz.

Apalagi Fritz menambahkan, konten-konten media sosial yang dimiliki oleh Bawaslu berbeda tugas dan fungsinya dengan KPU. Oleh karena itu, dia meminta pihak Google lebih jeli dalam mengawasi konten media sosial yang sesuai masing-masing lembaga.

Sementara itu Tenaga Ahli Bawaslu Divisi Pengawasan Masykurudin Hafidzh mengusulkan agar kerja sama Bawaslu dengan Google dapat memperkuat keamanan dari tiga sistem aplikasi yang dimiliki Bawaslu (Gowaslu, Siwaslu, Form A).

Berkaca pada pemilu dan pilkada sebelumnya, tambah Masykur, ada beberapa data informasi hasil pengawasan yang dikecualikan yang rentan tersebar atau bahkan diretas."Sekiranya perlu pengamanan lebih ketat terkait perlindungan data informasi yang dikecualikan," terangnya.

Government Affairs and Public Policy Google Danny Ardianto siap membantu Bawaslu dalam mengawasi konten-konten media sosial yang melanggar aturan dalam pemilu."Untuk pengawasan ini kami sepakat perlu dibangun," pungkasnya.

Penulis : Rama Agusta

Editor : Ranap THS