Bawaslu Berbagi Pengalaman dalam Penyelesaian Sengketa secara Daring ke TEPJF Meksiko

Meksiko, Badan Pengawas Pemilihan Umum –Jelang pemilihan federal paruh waktu (midterm) Meksiko 2021, Bawaslu mengikuti Program Yurisdiksi Proses Pemilihan Federal yang diselenggarakan oleh The Electoral Tribunal of the Federal Judicial Power (TEPFJ) di Kota Meksiko, Rabu (2/6/2021). Dalam kesempatan itu, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar berbagi pengalaman melakukan proses penyelesaian sengketa pemilihan secara daring (dalam jaringan) saat masa pandemi kepada TEPFJ.

Fritz menyampaikan, berdasarkan pengalaman pada Pilkada 2020, Bawaslu sudah menjalankan proses penyelesaian sengketa dengan bantuan teknologi dengan tujuan meminimalisir penyebaran covid-19.

“Bawaslu melakukan penyelesaian sengketa pilkada tahun 2020 secara online dan dapat menyelesaikan persidangan dengan lancar. Kami memberikan 'support' kepada Mesiko untuk melaksanakan persidangan secara online,” ujarnya.

Perlu diketahui, salah satu tantangan yang dihadapi TEPFJ dalam pemilihan Federal Meksiko 2021 adalah memberikan keadilan pemilu dengan melakukan persidangan secara online kendati pandemi covid-19 masih ada.

“Melalui online hearing dan online trial dengan mempergunakan e-signature, Meksiko berharap dapat menyelesaikan persoalan dengan teknologi tersebut. Tantangan selanjutnya yang dihadapi yaitu pemilu tahun inilah pertama kali di mana warga negara Meksiko di luar negeri akan melakukan pemungutan suara secara online. Mereka juga dapat mengadukan dugaan pelanggaran secara online,” jelas Ketua Justice of the High Chamber TEPJF José Luis Vargas.

Luis mengungkapkan TEPJF siap mengantipasi akan menerima 32.000 kasus selama proses pemilu ini. Dimana kasus tersebut dapat diterima oleh TEPJF pusat yang ada di Kota Meksiko, maupun di enam regional daerah lainnya.

Justice of the High Chamber of TEPJF Monica Arali Soto Fregoso menambahkan, salah satu kesulitan dalam memberikan keadilan pemilu karena Meksiko adalah negara federal. Dimana masing-masing negara bagian punya aturan tersendiri untuk menyelesaikan sengketa proses, yang memberikan perbedaan intepretasi dan perlindungan terhadap proses pemilu itu sendiri.

Peneliti di Legal Research Institute of the National Autonomous University of Mexico (UNAM) Justice Arrozo, yang merupakan mantan Ketua Justice of the High Chamber TEPJF, mengatakan salah satu tantangan pada Pemilu Meksiko 2021 adalah kekerasan politik terhadap kandidat. “Sampai dengan tanggal 2 Juni 2021, telah ada 782 serangan terhadap para kandidat, dan 38 kandidat telah terbunuh selama proses pemilu. Kandidat yang terbunuh adalah calon kepala daerah ataupun calon legislatif dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Editor: Ranap THS